• Semesta Production dan Expose Film yang bekerjasama dengan RM Group dan Noura Book mempersembahkan sebuah Film yang Berjudul SEPATU DAHLAN. Film ini diangkat dari novel best seller "Sepatu Dahlan" yang terjual 100.000 copy dalam waktu 5 bulan.

    “Miskin bermartabat kaya bermanfaat” begitulah semangat Dahlan. Hingga waktu kecil keinginannya hanya memiliki sepatu dan sepeda yang selalu dia benamkan dalam impiannya.

    Kemiskinan yang dirasakan orang tuanya dan umumnya masyarakat Kebon Dalem, sebuah desa kecil di Magetan, tidak menyurutkan Dahlan untuk tidak bersekolah walau harus bertelanjang kaki, melangkah puluhan kilometer untuk tetap bisa masuk sekolah yang tak jarang kakinya melepuh bahkan lecet. Dan walaupun perjalanan pergi pulang dari pesantren Madrasah Tsanawiyah di Pesantren Takeran yang jaraknya dua kali lipat dari jarak sekolahnya dahulu tetap dengan tabah dijalani.

    Ketika Maryati, seorang teman memaksa Dahlan untuk belajar menaiki sepeda miliknya, tapi justru malah Dahlan yang mengakibatkan rusaknya sepeda Maryati sehingga membuat berang ayah Maryati. Dan akhirnya sepeda yang rusak itupun diganti oleh ayah Dahlan dengan seekor kambingnya. Itulah kisah dimana awalnya seorang Dahlan mempunyai sepeda yang membuat perasaan Dahlan kecil sangat bersalah.

    Keluarga Dahlan sangatlah miskin bahkan untuk sarapan saja hanya secangkir teh. Terkadang Dahlan dan adiknya, lebih sering mengikatkan sarung di perut untuk menahan lapar. Namun tetap impian mempunyai sepasang sepatu sekolah terus timbul tenggelam di antara rasa lapar dan punah impiannya untuk memiliki sepatu dimana disaat ibunya meninggal dunia.

    Sesekali ada kegirangan di hatinya, di saat cintanya mulai bersemi pada Aisha, sang pujaan hati. Namun, Dahlan tak kuasa mengungkapkan kondisina kepada Aisha, dimana ketika Dahlan sebagai kapten team voli Pesantren Takeran yang harus menghadapi situasi yang sulit, dikarenakan panitia penyelenggara mengharuskan peserta agar memakai sepatu untuk dapat mengikuti pertandingan Voli pada tingkat kecamatan.

  • Benni Setiawan

    Benni Setiawan adalah Penulis Naskah sekaligus Sutradara film Indonesia. Mengawali debutnya Tahun 2009 dengan membuat film BUKAN CINTA BIASA yang memperoleh Box Office saat dirilis.

    Tahun berikutnya Ia membuat CINTA 2 HATI, dan Tahun 2010 lalu ia membuat film berjudul 3 HATI, 2 DUNIA, 1 CINTA yang memenangkan 7 Piala FFI termasuk Film, Sutradara, dan Naskah Terbaik.

    Tahun 2011, benni menulis naskah untuk film KEJARLAH JODOH KAU KUTANGKAP dan AKU INGIN JADI PRESIDEN pada tahun 2012.

    Pada Tahun 2013 ini, Benni membuat film yang berjudul MADRE yang dibintangi oleh Vino G. Bastian, film yang berjudul CAHAYA KECIL yang dibintangi oleh Petra Sihombing dan film BANGUN LAGI DONG LUPUS yang dibintangi oleh Miqdad Addausy.

  • Production Crews

    Produksi : Semesta Productions & Noura Pictures

    Pelaksana Produksi : Mizan Productions

    Sutradara / Skenario : Benni Setiawan

    DOP : Rendra P

    Sound Recordist : Ichsan

    Make Up : Mundi

    Art / Property : Taufik Ramadhan

    Line Produser : Agus Suhardi